Kegiatan 2 Pengubahan Jenis Teks


Tugas 1 Memahami Pengubahan Teks Eksplanasi menjadi Teks Laporan Hasil Observasi
Untuk mengubah teks eksplanasi menjadi teks laporan hasil observasi, kamu harus mengetahui dahulu ciri-ciri teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi terdiri atas tiga bagian, yaitu definisi umum yang menjadi pembukaan, deskripsi bagian yang menjadi isi, dan deskripsi kegunaan yang menjadi bagian penutup.
Berdasarkan struktur teks, teks eksplanasi “Teknologi Proses Sampah” dapat diubah menjadi teks laporan hasil observasi sebagai berikut.
Teknologi Proses Sampah
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah pada prinsipnya dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sampah bukan makhluk hidup seperti plastik, kaca.
Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Sementara itu, sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4) teknologi daur ulang (recycling).
Teknologi pembakaran (incinerator) menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Teknologi penimbunan tanah (land fill) dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. Teknologi daur ulang (recycling) dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah menjadi barang jadi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah dipungut dan dikumpulkan, misalnya, kertas, kardus, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam, plastik dan sebagainya. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang bisa diolah menjadi bahan baku. Bahan baku itu dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton, kardus pembungkus, alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca.
Diolah dari sumber “Teknologi Tepat Guna dari Sampah”, http://www.alpensteel.com/article/56-110-energi-sampah--pltsa/2583--teknologi-tepat-guna-dari-sampah.html
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 177
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur Teks
Kalimat
Definisi Umum
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah pada prinsipnya dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sampah bukan makhluk hidup seperti plastik, kaca.
Deskripsi Bagian
Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Sementara itu, sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.
Deskripsi Manfaat
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4) teknologi daur ulang (recycling).
Teknologi pembakaran (incinerator) meng-hasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Teknologi penimbunan tanah (land fill) dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. Teknologi daur ulang (recycling) dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah menjadi barang jadi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah dipungut dan dikumpulkan, misalnya, kertas, kardus, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam, plastik dan sebagainya. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang bisa diolah menjadi bahan baku. Bahan baku itu dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton, kardus pembungkus, alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca.


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP