RPP BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS XII BAB 5 KD 3.4. 4.4. TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan       : SMK ... .

Mata Pelajaran             : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester             : XII/2

Materi Pokok               : Teks Cerita Fiksi dalam Novel

Jumlah Pertemuan       : 1 X pertemuan                        

Alokasi Waktu             : 4 X 45 menit 

A.       Kompetensi Inti

1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama  yang dianutnya

2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

3.    Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.    Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator

1.3.    Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan  informasi lisan dan tulis melalui teks cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel

Indikator

1.3.1.  Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia

2.             5. Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan tanggung jawab dalam penggunaan bahasa Indonesia untuk memahami dan menyajikan cerita fiksi dalam novel Indikator

2.5.1. Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam mengerjakan tugas pembelajaran

 3.4.  Mengevaluasi teks cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan maupun tulisan

       Indikator

3.4.1.                                        Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengevaluasi teks cerita fiksi dalam novel

3.4.2.Mengevaluasi kelebihan struktur isi dan bahasa teks cerita fiksi dalam novel dengan cermat.

3.4.3.  Mengevaluasi kekurangan struktur isi dan bahasa teks cerita fiksi dalam novel dengan cermat.

4.4. Mengabstraksi teks cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan cerita fiksi dalam novel berdasarkan baik secara lisan maupun tulisan

  Indikator

4.4.1.              Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

4.4.2.                Mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

 

 

C.       Tujuan Pembelajaran

Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dengan materi pokok teks cerita fiksi dalam novel ini siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat:

1.    Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia

2.    Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam pembelajaran

3.    Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengevaluasi kelebihan dan kekurangan teks cerita fiksi dalam novel 

4.    Mengevaluasi kelebihan struktur isi teks cerita fiksi dalam novel

5.    Mengevaluasi kekurangan struktur isi teks cerita fiksi dalam novel

6.                            Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

7.                            Mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

 

D.       Materi Pembelajaran    

SEGALA HAL TENTANG NOVEL


 

Pengertian Novel

Sebutan novel dalam bahasa inggris berasal dari bahasa Itali novella, dalam bahasa Jerman novelle berarti sebuah barang baru yang kecil, dan kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa. Dewasa ini istilah novella dan novelle mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelet ( Inggris : novelette ) yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang tidak terlalu panjang namun juga tidak terlalu pendek.

Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling populer di dunia. Bentuk sastra ini paling beredar, karena daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Sebagai bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu sastra serius dan sastra hiburan bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut menjadi karya yang indah, menarik  dan juga memberikan hiburan kepada pembacanya, tetapi lebih dari itu. Syarat utama novel adalah harus menarik, menghibur dan mendatangkan rasa puas setelah orang selesai membacanya.

Novel yang baik adalah novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai saja, yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk  menyelesaikannya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel serius punya fungsi sosial, sedangkan novel hiburan hanya berfungsi personal. Novel berfungsi sosial karena novel yang baik ikut membina orang tua, masyarakat menjadi manusia. Sedangkan novel hiburan tidak memperdulikan apakah cerita yang dihidangkan tidak membina manusia yang terpenting bahwa novel tersebut memikat orang untuk segera membacanya.

Banyak sastrawan yang memberi batasan atau definisi novel. Batasan atau definisi yang mereka berikan berbeda – beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda – beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda – beda. Definisi – definisi itu antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Novel adalah bentuk sastra yang paling populer di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs)
  2. Novel adalah bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat nilai-nilai budaya, sosial, moral, dan pendidikan ( Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M.Pd )
  3. Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, dan keduanya saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra ( Drs. Rostamaji, M.Pd, Agus Priantoro, S.Pd )
  4. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik ( Paulus Tukam, S.Pd )

Unsur – Unsur Novel

Novel mempunyai unsur-unsur yang turut membangun novel menjadi cerita yang menarik, unsur tersebut dibagi menjadi 2 ( dua ) yaitu (1) unsur intrinsik dan (2) unsur ekstrinsik.

A. Unsur Instrinsik

Unsur instrinsik dalam sebuah novel terdiri dari :

1. Tema

Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks. Sebagai unsur semantris dan yang menyangkut persamaan – persamaan dan perbedaan – perbedaan ( Hartoko dan Rahmanto, 1986 : 142 ). Tema disaring dari motif – motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa – peristiwa, konflik dan situasi tertentu. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran dan ketidakhadiran peristiwa, konflik, situasi tertentu, termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain, karena hal – hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita, maka ia pun  bersifat menjiwai selurh bagian cerita itu.  Tema mempunyai generalisasi yang umum, lebih luas dan abstrak.

2. Setting / latar

Latar / setting yang disebut juga sebagai landas tumpu menyarankan pada pengertian tempat, hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan ( Abrams, 1981 : 175 ).

Senada dengan pendapat diatas menyatakan bahwa setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita. Setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya, ( Drs. Rustamaji, M.Pd., Agus Priantoro, S.Pd ). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca. Menciptakan suasana tertentu yang seolah – olah sungguh – sungguh ada dan terjadi.

3. Penokohan

Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang diotampilkan dalam sebuah cerita. Penokohan mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakannya, bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran  yang jelas kepada pembaca.

4. Alur / Plot

Alur / Plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 (dua) bagian yaitu pertama alur maju ( progesif ) yaitu apabila peristiwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan yang kedua alur mundur ( flash back progesif ) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung. Plot / alur menampilkan kejadian – kejadian yang mengandung konflik maupun menarik bahkan mencekam pembaca.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang ( point of view ) merupakan strategi, teknik, siasat yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.

 

B. Unsur Ekstrinsik

Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang dan lain – lain diluar unsur intrinsik. Unsur ekstrinsik yaitu unsur – unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini  akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra.

2.      Langkah-langkah mengidentifikasi teks cerita fiksi dalam novel

Membaca/ mengamati teks secara saksama

Memahami struktur dan isi teks

Mengenali bahasa yang digunakan

Menentukan identifikasi karakteristik teks

3.      Langkah-langkah mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

Membaca/ mengamati teks secara saksama

Memahami bentuk dan isi teks

Memahami inti teks

Mengabstraksi teks

 

E.     Model/Metode Pembelajaran

1.    Pendekatan Pembelajaran Scientific

2.    Model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)

3.    Metode Diskusi, Penugasan

 

F.      Media Pembelajaran

1.                                                                              Laptop dan LCD

2.                                                                              Tayangan teks cerita fiksi dalam novel (lisan)

 

G.    Sumber Belajar

ü Buku Bahasa Indonesia kelas XII SMA/ SMK/ MA/ MAK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013

ü KBBI

ü Internet

 

H.       Langkah-langkah Pembelajaran

     
Kegiatan
 
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
 
 
 
 
 
 
 
Kegiatan Inti  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kegiatan Penutup
 
1.      Guru mempersilakan seorang peserta didik untuk memimpin doa bersama ( bila pada jam pertama)
2.      Guru memberi salam dan memberi pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
3.      Guru memberikan informasi kompetensi materi, tujuan, manfaat, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan kepada peserta didik.
 
1.      Pengetahuan dan kemampuan peserta didik tentang teks cerita fiksi dalam novel yang beredar di masyarakat dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh teks cerita fiksi dalam novel
2.       Peserta didik diberi stimulation (stimulasi) dengan cara dipersilakan mengamati contoh teks  yang ditayangkan guru serta membaca contoh teks cerita fiksi dalam novel pada buku pegangan siswa bahasa Indonesia kelas XII SMA/ SMK/ MA/ MAK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013
3.       Peserta didik dipersilakan untuk menanyakan hal-hal seputar cerita fiksi dalam novel yang dikaitkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
4.       Peserta didik yang telah duduk sesuai kelompoknya diarahkan untuk membuat problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah) dengan cara mengidentifikasi topik yang berkenaan dengan materi evaluasi teks cerita fiksi dalam novel serta abstraksi teks cerita fiksi dalam novel untuk kemudian membuat rumusan hipotesis
5.      Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan data collection (pengumpulan data) dengan cara mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis melalui mencari dan membaca contoh-contoh cerita fiksi dalam novel lain sebagai bahan untuk dieksplorasi.
6.      Peserta didik juga dipersilakan untuk membaca literatur lain untuk mengeksplorasi identifikasi teks cerita fiksi dalam novel serta abstraksi makna teks cerita fiksi dalam novel.
7.      Setelah mengamati dan membaca kembali teks cerita fiksi dalam novel yang ditayangkan guru, tiap kelompok melakukan data processing (pengolahan data) dengan cara mengklasifikasikan, mendiskusikan dengan teman satu kelompok untuk merangkum dan menyajikan melalui presentasi.
8.      Masing-masing kelompok secara bergiliran mempresentasikan rangkuman tersebut sedangkan kelompok lain merespon/ menanggapi dan bersama-sama melakukan verification (pembuktian) dengan cara memeriksa secara cermat, mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari
9.      Dengan tanya jawab guru mengarahkan peserta didik pada generalization (generalisasi/kesimpulan) mengenai evaluasi teks cerita fiksi dalam novel serta abstraksi teks cerita fiksi dalam novel
 
1.      Guru mengarahkan peserta didik untuk menuliskan simpulan yang telah ditetapkan mengenai evaluasi teks cerita fiksi dalam novel serta hasil abstraksi teks cerita fiksi dalam novel.
2.      Guru memberikan kuis berkenaan dengan aspek pengetahuan dan keterampilan.
3.      Guru memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan
4.      Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan agar peserta didik selalu belajar.
20 menit
 
 
 
 
 
 
 
115 menit
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
45 menit

I.     Penilaian

1.                     Teknik penilaian: pengamatan dan tes tertulis

2.                     Prosedur penilaian:

1.                                                                            Penilaian Proses

1.1.      Pengamatan (sikap)

No.
Aspek yang Dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Instrumen Penilaian
Ket.
1.
Spiritual (Religius)
Pengamatan
Selama pembelajaran dan saat diskusi
Lembar Pengamatan
 
2.
Tanggung jawab

Kisi-kisi penilaian sikap

No.
Aspek
Indikator pencapaian
Skor (TIDAK PERNAH)
1
Skor
(KADANG-KADANG)
2
Skor
(SERING)
 
3
Skor
(SELALU)
 
4
1.
Spiritual (Religius)
Mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan
a.    Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
b.   Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
c.    Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.
d.   Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
e.    Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa;
 
 
 
 
2.
Tanggung jawab
Menunjukkan sikap tanggung jawab dalam melaksanakan diskusi
a. Melaksanakan tugas individu dengan baik
b.      Menerima risiko dari tindakan yang dilakukan
c.       tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
d.      Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
Tidak menyalahkan orang lain utk  kesalahan tindakan kita sendiri
 
 
 
 

Petunjuk Penskoran tiap aspek sikap :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4

Perhitungan skor akhir menggunakan modus.

2.      Penilaian Hasil

2.1.Tes tertulis (kuis)  (pengetahuan)

Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian
Instrumen
1.   Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengevaluasi teks cerita fiksi dalam novel
Tes tertulis (kuis)
Isian
1. Langkah evaluasi cerita fiksi dalam novelyang pertama adalah…
 2. Secara umum, evaluasi cerita fiksi dalam noveldapat diarahkan pada evaluasi…dan… .
3. Cerita fiksi dalam novelyang menyampaikan amanat secara eksplisit dianggap lebih baik karena… .
4. Sebelum mengevaluasi cerita fiksi dalam novelhendaknya harus memahami dulu teori mengenai …dan…
5. Langkah terakhir dalam evaluasi teks cerita fiksi dalam noveladalah… .
    1. Mengungkapkan kembali langkah-langkah mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel
Tes tertulis (kuis)
Isian
6.Langkah pertama saat mengabstraksi cerita fiksi dalam novel adalah…
7.     Langkah ketiga dan paling penting dalam abstraksi teks cerita fiksi dalam novel adalah… .
8.     Langkah terpenting dalam mengabstraksi cerita fiksi dalam novel adalah… .
9.  Mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel hendaknya dilakukan tanpa meninggalkan karakter cerita fiksi dalam novel yang merupakan sebuah karya… .
10.              Salah satu inti yang paling disorot saat mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel adalah unsur yang terdapat pada struktur yang bernama… .

Jawaban

1.                                                                                      Membaca/ mengamati teks secara saksama

2.                                                                                      Isi dan bahasa

3.                                                                                      Jelas

4.                                                                                      Struktur isi dan kaidah bahasa

5.                                                                                      Menentukan kelebihan dan kekurangan cerita fiksi dalam novel

6.                                                                                      Membaca/ mengamati teks secara saksama

7.                                                                                      Memahami inti

8.                                    Memahami inti untuk kemudian mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel

9.            Ilmiah

10.        Permintaan-tanggapan

      Pedoman Penskoran

Soal nomor 1 - 10

Aspek
Skor
Peserta didik menjawab benar
10
Peserta didik menjawab tidak lengkap
7
Peserta didik menjawab salah
3
Peserta didik tidak menjawab
0

2.2.Tes praktik-proyek ( keterampilan )

Amati dan pahami teks cerita fiksi dalam novel terlampir kemudian abstraksilah teks tersebut!

Rubrik Penilaian Keterampilan Abstraksi Teks cerita fiksi dalam novel

No.
Aspek
Deskripsi
Ya
Tidak
1.
Ketepatan pemahaman isi dan bahasa dua teks cerita fiksi dalam novel
Sudah tepatkah pemahaman terhadap isi dan bahasa teks cerita fiksi dalam novel?
 
 
2.
Ketepatan abstraksi teks cerita fiksi dalam novel
Sudah tepatkah abstraksi teks cerita fiksi dalam novel tersebut?
 
 
3.
Ketepatan penggunaan bahasa dan ejaan dalam analisis
Apakah penggunaan bahasa dalam mengabstraksi teks cerita fiksi dalam novel sesuai kaidah dan EYD?
 
 

                

 

 

Lampiran 1 Lembar Pengamatan

PENGAMATAN SIKAP

Mata Pelajaran             : ...............................................................

Kelas/ Semester                       : ...............................................................

Tahun Ajaran               : ...............................................................

Waktu pengamatan                  : ...............................................................

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

No.
Nama Siswa
Spiritual (Religius)
Tanggung jawab
TP
K
SR
SL
TP
K
SR
SL
1.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
4.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5.