Menulis Teks Pidato/Ceramah/Khotbah dengan Sistematika dan Bahasa yang Efektif


Berpidato atau berceramah sering dilakukan dalam berbagai kegiatan.
Sedangkan berkhotbah dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya
khotbah Jumat, khotbah Hari raya idhul Adha, Khotbah hari raya Idhul Fitri,
khotbah di Gereja pada Hari Minggu dan kegiatan keagamaan yang lain.
Kamu masih ingat bahwa pidato merupakan penyampaian gagasan,
pikiran, informasi dari pembicara kepada khalayak ramai. Salah satu tujuan
berpidato adalah meyakinkan pendengar tentang isi pidato yang
disampaikan. Agar dapat berpidato dengan lancar dan runtut sebelumnya
perlu disipakan naskah pidato. Secara garis besar naskah pidato terdiri atas
tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.
1. Pembukaan, meliputi:
a. salam pembuka, misalnya: Assalaamualaikum warahmatullaahi wa
barakatur, salam sejahtera bagi kita semua.
b. sapaan hormat; biasanya sapaan penghoramatan disampaikan kepada
seseorang yang kedudukannya dianggap paling penting.
Contoh:
Yang terhormat Kepala Dinas Pendidikan
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
Yang terhormat Bapak/Ibu guru.
Yang terhormat para tamu undangan,
Yang berbahagia teman-teman kelas IX
Adik-adik kelas VII dan VIII yang saya cintai dan saya banggakan.
c. ucapan syukur kepada Tuhan atas limahan rahmat, karunia yang telah
diberikan kepada kita semua.
Contoh:
“Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Meha
Kuasa, karena sampai pada detik ini kita semua masih diberi nikmat yang tiada tara. Salah satu nikmat itu adalah nikat sehat dan nikmat
sempat sehingga kita semua dapat hadir di sini dalam keadaan sehat
wal afiat tidak kurang suatu apa.
2. Isi Pidato
Bagian isi merupakan bagian inti dari pidato. Pada bagian ini, paparan
mengenai topik yang disajikan menduduki persentase yang paling banyak.
Pembicara akan menguraikan secara rinci dan panjang lebar topik materi
yang akan disampaikan kepada hadirin. Agar isi pidato dapat dengan
mudah ditangkap isinya oleh pendengar, pembicara dapat menggunakan
penanda, “pertama.... , “ “kedua .....”, ketiga .....” dan seterusnya. Penandapenanda
seperti itu juga akan memudahkan penulis dalam menyusun
gagasan teks pidato.
3. Penutup Pidato, meliputi:
a. simpulan pendek dari uraian sebelumnya.
b. permintaan maaf kepada hadirin mungkin saja terdapat kekhilafan dan
kesalaham dalam berpidato.
c. Salam penutup.
Dalam penutup dapat juga diisi dengan mengutip pendapat atau katakata
mutiara dari tokoh-tokoh besar, atau pantun yang sesuai dengan
situasi saat itu.
Contoh:
Hadirin yang saya hormati,
Demikianlah sambutan saya, apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan dan ada tutur kata yang salah saya mohon maaf. Kalau ada
sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi. Kalau ada umur
yang panjang semoga kita berjumpa lagi. Sekian. Terima kasih atas
perhatian hadirin.
Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.