Menggunakan Imbuhan peN-, pe-, -an, peN-an, ke-, dan ke-an


Dalam bahasa Indonesia, kata dasar tertentu
dapat langsung menjadi nomina (kata benda)
dengan memakai afiks tertentu, kecuali untuk
mengartikan makna orang yang atau alat untuk
(verba/kata kerja), yang umumnya dinyatakan
dengan prefiks peng-, masing-masing kata dasar
atau sumber mempunyai afiks sendiri-sendiri.
1. Kata Benda dengan Imbuhan peNKata
benda yang diturunkan imbuhan dengan
peN- bisa berubah bentuk menjadi pem-, pen-,
peny-, dan peng-. Pada umumnya sumber untuk
pembentukan kata benda ini adalah verba (kata
kerja) dan adjektiva (kata sifat).
Contoh:
- peN- + guna → pengguna
(kata kerja) (kata benda)
Pengguna jasa telekomunikasi banyak yang mengeluhkan tentang
layanan yang diberikan.
2. Kata Benda dengan Imbuhan pe-
Kata benda yang dibentuk dengan imbuhan pe- bermakna orang yang
pekerjaannya melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh verba.
Contoh:
- pe- + kerja → pekerja
(kata kerja) (kata benda)
Pekerja bangunan itu sedang menelepon mandornya.
3. Kata Benda dengan Imbuhan -an
Kata benda dengan sufiks (akhiran) -an umumnya diturunkan dari
sumber verba (kata kerja) walaupun kata dasarnya adalah kelas kata lain.
Contoh:
- tegur + -an → teguran
(kata kerja) (kata benda)
Kalau terlalu sering menelepon nanti akan mendapat teguran dari ibu
4. Kata Benda dengan Imbuhan peN-an
Kata benda dengan imbuhan peN-an umumnya diturunkan dari verba
dengan meng- yang berstatus transitif.
Contoh:
peN- + ucap + - an → pengucapan
Dalam telepon, pengucapan kata terhadap lawan bicara harus jelas.
5. Kata Benda dengan Imbuhan ke-
Kata benda yang dibentuk dengan penambahan prefiks (awalan) ketidak
banyak dalam bahasa Indonesia karena proses ini tidak produktif
lagi. Beberapa kata yang dapat disebutkan ialah ketua, kehendak, kekasih,
dan kerangka.
6. Kata Benda dengan Imbuhan ke-an
Kata benda dibentuk dengan imbuhan ke-an dapat diturunkan dari
sumber verba (kata kerja), adjektiva (kata sifat), atau nomina (kata benda).
Nomina ini bergantung pada sumber yang dipakai.
a. Bila sumbernya verba, maknanya adalah “hal atau keadaan yang
berhubungan dengan yang dinyatakan verba”.

Contoh:
ke- + terlibat + -an → keterlibatan
Keterlibatan mereka sangat berarti dalam proyek perluasan jaringan
telepon.
b. Bila sumbernya adjektiva, maknanya adalah “hal atau keadaan yang
berhubungan dengan yang dinyatakan adjektiva”.
Contoh:
ke- + serius + -an → keseriusan
Tingkat keseriusan penelepon dapat kita dengar dari nada bicaranya.
c. Bila sumbernya nomina, maknanya merujuk pada keabstrakan
Contoh:
ke- + ada + -an → keadaan
Dalam keadaan bagaimana pun, dia selalu ingin meneleponku.
Bersama kelompok belajar kalian, pelajarilah kembali penggunaan
imbuhan peN-, pe-, peN-an, ke-, dan ke-an, kemudian kerjakanlah tugastugas
berikut!
1. Carilah kata-kata yang mengandung imbuhan peN-, pe-, peN-an, ke-,
dan ke-an pada berita yang berjudul "Kesopanan Bertelepon"!
2. Gunakanlah imbuhan tersebut (pada nomor 1) dalam kalimat lain!
3. Tentukanlah maknanya dari tiap-tiap kata yang kalian temukan!


sumber: BSE