Membaca Karya Sastra


Membaca sastra digolongkan kedalam membaca estetis yaitu membaca yang berhubungan dengan seni atau keindahan. Dalam membaca sastra, pembaca dituntut untuk mengaktifkan daya imajinasinya dan kreativitasnya agar dapat memahami dan menghayati isi bacaan. Setelah membaca sebuah karya sastra pembeca akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui karya sastra yang dibacanya. Di sinilah letak kelebihan pembaca karya sastra dibandingkan pembaca karya-karya lain.

Karya sastra dikelompokkan menjadi 3 jenis, prosa, puisi, dan drama. Untuk dapat memahami sebuah karya sastra dengan baik, pembaca harus memiliki pengetahuan tentang fungsi dan unsur-unsur karya sastra yang dibacanya.
Prosa fiksi sebagai sebuah cerita rekaan yang biasa juga disebut sebagai cerita rekaan memiliki fungsi untuk memberitahukan kepada pembaca tentang suatu kejadian atau peristiwa yang mungkin ada dalam kehidupan nyata. Unsur-unsur prosa fiksi seperti yang sudah Anda pelajari dalam mata kuliah sastra mencakup tema, tokoh, alur, seting atau latar, gaya, dan sudut pandang.
Dalam karya prosa fiksi terkandung sebuah amanat yang dibungkus oleh unsur-unsur cerita tersebut. Kejadian-kejadian dan amanat inilah yang akan Anda peroleh dari cerita yang Anda baca sebagai suatu pengalaman
Teknik Membaca Prosa Fiksi
Membaca karya sastra memiliki banyak tujuan, namun dalam rangka belajar dan pembelajaran, membaca karya sastra hanya memiliki 2 tujuan, yaitu untuk melakukan apresiasi dan memberi kritik atau penilaian. Membaca karya sastra untuk tujuan kritik sastra dapat atau sudah Anda pelajari pada mata kuliah Kritik Sastra. Jadi teknik membaca prosa fiksi di sini bertujuan dalam rangka membaca untuk keperluan apresiasi.
Kompetensi yang akan diraih dalam kegiatan membaca prosa fiksi atau membaca cerita rekaan adalah:
memahami dan menghayati semua yang dituangkan pengarang dalam ceritanya sehingga pembaca dapat menangkap isi cerita;
dapat menganalisis unsur-unsur cerita sehingga tertangkap tema dan amanat yang disampaikan oleh pengarang; dan
dapat menceritakan kembali isi cerita dengan baik, dan pada akhirnya dapat menilai cerita rekaan yang dibaca dengan memberi penilaian mengenai bagus atau tidak baguskah cerita tersebut.
Langkah-langkah Membaca Prosa Fiksi
Membaca prosa fiksi atau cerita rekaan untuk tujuan menangkap isi cerita dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
Membaca cerita secara keseluruhan.
Menandai dan mencari makna kata-kata sulit.
Membaca prosa fiksi dengan tujuan untuk mengapresiasi, dilakukan langkah-langkah seperti di atas di tambah dengan menganalisis cerita dengan cara mengidentifikasi unsur-unsur cerita dan memahami karakteristik setiap unsur cerita tersebut. Misal unsur tokoh, di sini pembaca mengidentifikasi bagaimana watak para tokoh, apa saja yang dilakukan para tokoh, bagaimana para tokoh menyikapi segala permasalahan yang dihadapi, dan sebagainya.
Peran unsur-unsur cerita ini saling terkait satu dengan yang lainnya, sehingga jalinan peran antarunsur cerita yang disusun pengarang cerita tersebut membentuk suatu keutuhan yang membantu pembaca dalam memahami, menikmati, dan menghayati karya tersebut.
Membaca Drama
Drama adalah cerita yang dilakonkan. Artinya karya sastra jenis drama memiliki isi yang tidak berbeda dengan prosa fiksi, hanya pada drama para pelaku atau tokoh yang ada dalam prosa fiksi melakonkan sendiri peristiwanya. Dengan demikian drama ditulis dalam bentuk naskah yang didalamnya ada narasi, dan dialog antar tokoh.
Berdasarkan bentuknya yaitu naska, maka membaca drama bertujuan untuk melakukan pementasan atau pertunjukkan. Jadi membaca naskah drama yang benar adalah secara berkelompok sesuai dengan jumlah tokoh yang ada dalam naskah tersebut.
Persamaannya dengan prosa fiksi, drama memiliki unsur-unsur yang mirip dengan prosa, yaitu ada tema, tokoh, latar, alur, tema, serta amanat. Dalam pertunjukkannya, drama dapat dibagi menjadi beberapa babak.
Teknik Membaca Drama
Langkah-langkah yang dilakukan dalam membaca drama disesuaikan dengan tujuan yaitu pementasan drama. Jadi sebelum melakukan kegiatan dibuat persiapan berupa pemilihan tokoh sesuai dengan jumlah dan peran setiap tokoh.
Langkah-langkah Membaca Drama
Membaca naskah drama secara keseluruhan.
Membaca, menghafal, dan mengahayati dialog/isi dialog yang diperankan.
Memberikan gerak (pola) yang sesuai dengan isi dialog.
Berlatih melafalkan dialog dengan penghayatan/ekspresi dan gerak yang sesuai dengan isi dialog.
Berlatih memerankan masing-masing tokoh sehingga menghasilkan sebuah drama yang bagus.
Teknik Membaca Puisi
Membaca puisi pada umumnya bertujuan untuk dapat membacakan puisi tersebut dihadapan orang lain dengan baik. Untuk keperluan tersebut yang harus diketahui pembaca adalah hakikat puisi. Puisi adalah karya sastra yang kaya akan makna, ada yang memberi istilah puisi itu padat makna.
Sebuah puisi pada dasarnya adalah sebuah cerita yang berisi berbagai peristiwa, namun tidak semua peristiwa dalam puisi itu diceritakan. Yang dikemukakan dalam puisi hanyalah inti masalah, peristiwa atau inti cerita. Oleh karena itu dalam penciptaan puisi pengarang banyak melakukan pemadatan. Artinya, bahasa yang digunakan puisi dicari kata-kata yang singkat atau bahkan sengaja disingkat dengan cara mengambil inti dasarnya, seperti menghilangkan imbuhan, menghilangkan pengulangan dan sebagainya. Ada pula puisi yang menuangkan maknanya melalui bentuk puisi itu sendiri yang disebut dengan tipografi, seperti contoh puisi berikut ini.
POT
pot apa pot itu pot kaukah pot itu
Pot pot pot
yang jawab pot pot pot kaukah pot itu
yang jawab pot pot pot kaukah pot itu
pot pot pot
potapa potitu potkaukah potaku?
POT
(Sutarji Calzoum bachri, 1981)
Langkah-langkah Membaca Puisi
Karena membaca puisi bertujuan untuk membacakan puisi di depan penonton maka sebelum berhadapan penonton pembaca harus terlebih dahulu mengetahui:
siapa dan berapa banyak penoton yang diperkirakan akan hadir;
berapa luas panggung dan aula atau gedung tempat berlangsungnya pembacaan puisi tersebut.
Jika kegiatan ini dilakukan di dalam kelas, siswa tentu sudah tidak kesulitan dengan hal tersebut, hanya guru tetap harus memberikan arahan dan bimbingan bagaiman cara membaca puisi di hadapan orang banyak dengan baik.
Setelah hal itu dipersiapkan dilakukan kegiatan:
Membaca puisi secara keseluruhan.
Menandai dan mencari makna kata-kata sulit.
Memaknai puisi baris demi baris
Memaknai/menangkap isi puisi setiap bait.
Menangkap isi dan maksud puisi secara keseluruhan.


dikutp dr; 

No comments:

Post a Comment