Surat Perjanjian Utang Piutang


PERJANJIAN UTANG PIUTANG

Perjanjian Utang Piutang ini dibuat pada hari ini _____ tanggal _____ tahun _____ oleh dan antara:
Nama                      :
Pekerjaan              :
Alamat                    :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama                      :
Pekerjaan              :
Alamat                    :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
Bahwa PIHAK PERTAMA telah mempunyai utang dari PIHAK KEDUA sejumlah uang sebesar Rp _____ (_____ Rupiah).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Para Pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Utang Piutang ini dengan syarat-syarat sebagai berikut:

Pasal 1
JUMLAH UTANG

PIHAK PERTAMA dengan ini telah berutang dari PIHAK KEDUA uang sejumlah Rp _____ (_____ Rupiah) untuk dapat membeli dalam keadaan kosong bangunan rumah tinggal berikut dengan turutan yang terletak di _____ No. _____ berikut dengan segala hak-hak dan kepentingan-kepentingan di atas bidang tanah tersebut.


Pasal 2
PENYERAHAN

PIHAK KEDUA telah menyerahkan uang sebagai pinjaman sebesar Rp _____ (_____ Rupiah) tersebut secara tunai dan sekaligus kepada PIHAK PERTAMA pada saat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan sekaligus Perjanjian ini sebagai tanda bukti penerimaan yang sah.
Pasal 3
BUNGA

Atas utang sejumlah Rp _____ (_____ Rupiah ) tersebut, PIHAK PERTAMA tidak dikenakan bunga apa pun juga oleh PIHAK KEDUA.

Pasal 4
CARA PEMBAYARAN

PIHAK PERTAMA wajib membayar kembali utangnya tersebut kepada PIHAK KEDUA dengan cara pembayaran angsuran sebesar Rp _____ (_____ Rupiah ) per bulan selama _____ tahun.

Pasal 5
JANGKA WAKTU

Jangka waktu pinjaman ditetapkan selama _____  (_____) tahun sedemikian rupa, sehingga pada akhir jangka waktu, yaitu pada bulan _____ seluruh pinjaman harus telah dilunasi oleh PIHAK PERTAMA.


Pasal 6
BIAYA PENAGIHAN

1.    Bilamana untuk pembayaran kembali atas segala sesuatu yang berdasarkan Perjanjian ini diperlukan tindakan-tindakan penagihan oleh PIHAK KEDUA, maka segala biaya-biaya penagihan itu baik di hadapan maupun di luar pengadilan semuanya menjadi tanggungan dan wajib dibayar oleh PIHAK PERTAMA.
2.    Apabila PIHAK PERTAMA lalai dalam membayar biaya-biaya penagihan-penagihan yang dibayar pada Ayat (1) pasal ini, maka terhadap seluruh biaya-biaya tersebut juga dikenakan bunga sebesar  _____ % (_____ persen ) per hari sampai seluruh penagihannya tersebut lunas terbayar.

Pasal 6
PENGEMBALIAN SEKALIGUS

1.    Apabila PIHAK PERTAMA karena sebab apa pun juga lalai atau ingkar dari Perjanjian ini, sedangkan masih ada utang yang belum lunas dibayar oleh PIHAK PERTAMA, maka selambat-lambatnya dalam waktu dua bulan terhitung semenjak tanggal jatuh tempo, PIHAK PERTAMA wajib membayar lunas seluruh tunggakan yang belum dilunasi oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
2.    Yang digolongkan sebagai kelalaian atau ingkar janji PIHAK PERTAMA sebagai-mana dimaksud pada Ayat (1) pasal ini, bilamana:
        PIHAK PERTAMA tidak atau lalai memenuhi salah satu kewajibannya yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.
a)   Terhadap PIHAK PERTAMA diajukan permohonan kepada instansi yang ber-wenang untuk diletakan di bawah pengakuan atau untuk dinyatakan pailit.
b)   Bilamana harta kekayaan dari PIHAK PERTAMA terutama bangunan rumah tinggal berikut dengan bidang tanahnya disita atau bilamana terhadap PIHAK PERTAMA dilakukan tindakan eksekusi untuk pembayaran kepada PIHAK KEDUA.
c)   Bilamana PIHAK PERTAMA meninggal dunia.

Pasal 7
JAMINAN

Untuk menjamin pembayaran kembali yang tertib dan sebagaimana mestinya atas segala sesuatu yang berdasarkan Perjanjian ini masih terutang oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, berikut dengan ongkos-ongkos lainnya serta biaya-biaya penagihan, maka akan dibuat sebuah perjanjian di mana PIHAK PERTAMA akan menyerahkan sebagaimana jaminan kepada PIHAK KEDUA sebagai bangunan milik PIHAK PERTAMA terbuat dari dinding tembok lantai ubin dan atap genteng terletak di Jalan  _____  Didirikan di atas sebidang tanah seluas kurang lebih _____ m(_____ meter persegi), persil No. _____  Tertanggal _____ berikut dengan segala hak dan kepentingan yang sekarang atau di kemudian hari akan diperoleh PIHAK PERTAMA atas sebidang tanah tersebut di atas.

Pasal 8
KUASA

1.    PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA untuk mengambil dan menguasai rumah dan tanah serta turutannya sebagaimana disebut pada Pasal 7 untuk menjual atau melakukan lelang atau memiliki sendiri atas benda jaminan tersebut dalam rangka melunasi utang PIHAK PERTAMA.
2.    Kuasa yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA di dalam atau berdasarkan Perjanjian ini, merupakan bagian yang terpenting dan tidak terpisahkan dari Perjanjian ini, kuasa mana tidak dapat ditarik kembali, dan juga tidak akan berakhir karena meninggal dunianya PIHAK PERTAMA, atau karena sebab apa pun juga.



Pasal 9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1.    Apabila ada hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam Perjanjian ini, dan juga jika terjadi perbedaan penafsiran atas seluruh atau sebagian dari Perjanjian ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
2.    Jika penyelesaian secara mesyawarah untuk mufakat juga ternyata tidak menyelesaikan perselisihan tersebut, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara hukum yang berlaku di Indonesia, dan oleh karena itu kedua belah pihak memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di Kepaniteraan Pengadilan Negeri _____ .

Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut di atas, dibuat rangkap 2 (dua ) bermeterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA                                                                                                                                PIHAK KEDUA

___________                                                                                                                                    ___________





Surat Kuasa (cara membuat dan contoh)


 Surat kuasa merupakan surat untuk bukti pengalihan kekuasaan atas wewenang untuk mewakili kepentingan dari pemberi kuasa. Hal itu merujuk dari Pasal 1972 BW yang merupakan dasar pemberian kuasa. Dengan demikian surat kuasa merupakan bukti yang sah atas pengalihan kuasa tersebut. Untuk itu di sini kami mencoba untuk memberikan contoh surat kuasa dan juga cara membuat surat kuasa walau definisi surat kuasa sendiri masih menjadi perdebatan.
Cara membuat surat kuasa langkah – langkah secara umum adalah:
1. Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa Khusus maupun Surat Kuasa Substitusi
2. Kemudian cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa.
3. Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa.
3. Penutup surat
4. Tanggal dan tempat pembuatan surat
5. Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa
6. Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkan keabsahannya.
Sebagai contoh surat kuasa nya adalah sebagai berikut:
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama          : ( pemberi kuasa )
Pekerjaan : ( pemberi kuasa)
Alamat       : ( pemberi kuasa)
Menerangkan bahwa dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama          : ( penerima kuasa )
Pekerjaan : ( penerima kuasa)
Alamat       : ( penerima kuasa)
Untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa sebagai …. (jabatan / kekuasaan pemberi kuasa, sebutkan pula dasar kekuatan dari pemberi kuasa, misalnya adanya SK).
Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk… (tujuan pemberian kuasa).
Kekuasaan ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (recht van substitute) baik sebagian atau seluruhnya yang di kuasakan ini kepada orang lain.
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
                                                                                                         Mei, ______2011
    Penerima Kuasa                                                                       Pemberi Kuasa
Materai
(______________)                                                             (_______________)
NB: Rincian Biodata dapat ditambahkan data diri yang lainnya.
Contoh surat kuasa tersebut dapat digunakann ke beberapa bentuk Surat Kuasa. Macam – macam surat kuasa sendiri beraneka ragam, hal itu semua disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembuatan surat kuasa, misalnya:
  1. Contoh surat kuasa khusus ( Judul menjadi Surat Kuasa Khusus, di tambahkan kata khusus di bawah penerima kuasa)
  2. Contoh surat kuasa umum
  3. Contoh surat kuasa jual beli tanah, mobil, dll
  4. Contoh surat kuasa pengambilan dokumen
  5. Contoh surat kuasa pengambilan gaji
  6. Contoh surat kuasa pengambilan uang di bank
  7. Contoh surat kuasa umum
  8. Contoh surat kuasa perusahaan
  9. Contoh surat kuasa pengambilan bpkb sepeda motor / mobil
  10. Contoh surat kuasa penjualan tanah
  11. Contoh surat kuasa substitusi
  12. Contoh surat kuasa pengambilan ijazah, dll
Demikian mungkin info mengenai contoh surat kuasa yang dapat disampaikan, semoga dapat membantu dalam membuat surat kuasa. Contoh Surat Kuasa ini dapat dimodifikasi sendiri berdasarkan tujuan pembuatan surat kuasa.





surat Izin Tidak Masuk Bekerja

Jakarta, 9 Januari 2010
Hal : Surat Izin Tidak Masuk Kerja
Lamp. : 1 lembar

Kepada : 
Yth. Kepala Personalia ………………………………….
di
tempat

Dengan hormat, 
Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : 
Jabatan : 
Alamat : 

Telepon : 

Bermaksud untuk mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja selama 2 hari dikarenakan sakit. Sebagai bukti saya lampirkan surat keterangan sakit dari dokter/ Rumah Sakit setempat.

Demikian Surat izin ini saya sampaikan, mohon menjadi maklum. Atas perhatiaan serta kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.



Hormat saya,


...........














dikutip dr: http://karodalnet.blogspot.com/2011/06/contoh-surat-izin-tidak-masuk-kerja.html

Sinopsis


Sinopsis disebut juga ringkasan cerita. Sinopsis hanya sesuai untuk cerita pendek, novel, film, ataupun drama. Sinopsis novel biasanya diletakkan pada sampul belakang novel tersebut. Dari sinopsis tersebut akan diketahui inti cerita novel tersebut. Sebelaum kamu membuat sinopsis novel, terlebih dahulu kamu harus menentukan kerangka cerita dalam novel. Kerangka cerita itu terdiri atas judul, tokoh dan perwatakannya, latar, permasalahan atau konflik dalam novel, serta urut-urutan peristiwa cerita. Berikut ini merupakan langkah-langkah membuat sinopsis novel: Bacalah dengan cermat novel tersebut. Pahami isi novel. Tentukan kerangka cerita novel. Daftarlah peristiwa-peristiwa penting dalam novel. Rangkailah peristiwa-peristiwa tersebut dengan kalimat yang padu dalam paragraf-paragraf. dikutip dr: http://www.yadi82.com/2011/11/langkah-langkah-menulis-sinopsis-novel.html

KARYA FIKSI: CERPEN DAN NOVEL


KARYA FIKSI : CERPEN DAN NOVEL

Pengertian Karya Fiksi
Dunia kesastraan mengenal prosa sebagai salah satu genre sastra disamping genre-genre yang lain. Prosa dalam pengertian kesastraan juga disebut fiksi (fiction). Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan (cerkan) atau cerita hayalan (Nurgiyantoro, 2007:2). Abrams, dalam Nurgiyantoro (2007:2) menyebutkan bahwa fiksi merupakan karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran.
menurut Altenbernd dan Lewis (1966:14), dalam Nurgiyantoro (2007: 2-3), fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Pengarang mengemukakan hal itu berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan.
Dari beberapa definisi di atas, dapatlah disimpulkan bahwa karya fiksi merupakan suatu karya yang menyaran kepada cerita yang bersifat rekaan, yaitu cerita yang tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata, akan tetapi unsure penciptaannya merupakan pandangan si penulis dari kehidupan nyata disekitar lingkungan si penulis. Oleh karena itu, fiksi merupakan sebuah cerita, dan karenanya terkandung juga di dalamnya tujuan memberikan hiburan kepada pembacanya, disamping itu ada juga tujuan estetis.
Wellek & Warren, dalam Nurgiyantoro (2007:3), menyatakan bahwa membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri untuk memperoleh kepuasan batin. Betapapun saratnya pengalaman dan permasalahan kehidupan yang ditawarkan, sebuah karya fiksi haruslah tetap merupakan cerita yang menarik, tetap merupakan bangunan struktur yang koheren dan tetap mempunyai tujuan estetik.
Pengertian Novel dan Cerpen
Edgar Alan Poe (Nurgyantoro, 2007: 10), mengatakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam-suatu hal yang kiranya tak mungkin dilakukan untuk sebuah novel.
Cerpen adalah karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka) (KBBI, hal:210)
Dari dua pendapat tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa cerpen merupakan suatu karangan yang berupa cerita rekaan yang menuturkan perbuatan dan penngalaman orang yang dapat selesai dibaca sekali duduk artinya tidak terlalu panjang ceritanya.
Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan Orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (KBBI, hal:788). Abrams, (nuriyantoro, 2007: 9) mengatakan bahwa novel adalah cerita pendek dalam bentuk prosa. Novella (bahasa itali) mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelette, yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa novel adalah sebuah cerita yang bebentuk prosa yang panjang dan mengandung cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
Teori Penulisan Karya Fiksi
Menulis cerpen atau novel pada dasarnya adalah menyampaikan sebuah pengalaman kepada pembacanya. Menulis cerpen bukan sekedar memberitahu sebuah cerita. Dalam membuat suatu cerita, seorang penulis harus mempunyai keterampilan untuk menghidupkan bahan ceritanya (Sumardjo, 2007: 81). Dengan demikian, salah satu yang dapat dilakukan agar kita terampil menghidupkan cerita adalah dengan latihan-latihan menulis.
Untuk membuat suatu cerpen, seorang penulis harus mengerti unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun suatu cerpen. Nurgiyantoro (2007: 23), menyebutkan bahwa unsur instrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Adapun unsur instrinsik itu antara lain: peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan, bahasa atau gaya bahasa.
Lebih lanjut, Nurgiyantoro (2007), menyebutkan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra itu sendiri. Wallek & warren dalam Nurgiyantoro (2007: 24) mengemukakan bahwa unsur ekstrinsik itu antara lain: unsur biografi, unsur psikologi, keadaan lingkungan, dan pandangan hidup pengarang.
Elemen atau unsur-unsur yang membangun sebuah fiksi atau cerita rekaan, novel termasuk didalamnya, terdiri atas tema, fakta cerita, dan sarana cerita. Fakta cerita terdiri atas: tokoh, plot atau alur, dan setting atau latar. Sarana cerita meliputi: unsur judul, sudut pandang, gaya dan nada, dan sebagainya (Suminto, Jabrohim, Anwar, 2001: 105).
Dari uraian tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa untuk membuat suatu cerpen hal pertama yang harus dilakukan sebagai modal utama dalam membuat karya prosa adalah menguasai terlebih dahulu unsur-unsur yang membangun sebuah karya.
Sebuah cerpen yang baik adalah cerpen yang merupakan suatu kesatuan bentuk, utuh, manunggal, tak ada bagian-bagian yang tak perlu, tetapi juga tak ada sesuatu yang terlalu banyak, semuanya pas, integral, dan mengandung suatu arti (Sumardjo, 2007: 99). Artinya sebuah cerpen harus memberikan sebuah gambaran sesuatu yang tajam, meskipun hanya sebagai cerita pendek.
Semua cerita memiliki sebuah pola atau struktur bentuknya. Struktur ini melibatkan berbagai macam unsur yang membentuk suatu kesatuan atau satu keutuhan (Sumardjo, 2007: 62). Dalam membuat suatu cerita, tentunya seorang penulis menuangkan suatu ide atau gagasan. Ide atau gagasan dalam arti rancangan yang tersusun dalam pikiran, dapat muncul dimana saja dan dipicu oleh apa saja yang ada disekitar kita (Harefa, 2002: 25). Oleh karena itu, ketika ide-ide itu muncul, perlu adanya pemilihan kata agar cerita tersebut menjadi suatu kesatuan yang utuh dan menarik.
Pada dasarnya bentuk cerita disebut plot atau alur. Struktur sebuah cerita secara mudah dapat digambarkan : bagian permulaan, bagian tengah, dan bagian akhir (Sumardjo, 2007: 63-65). Memang bentuk semua cerita demikian. Lebih lanjut Sumardjo menjelaskan bahwa pada bagian permulaan dituturkan tentang apa, siapa, dimana, kapan, dan munculnya konflik. Bagian tengah cerita yakni berisi perkembangan konflik yang diajukan pengarang. Dalam hal ini banyak unsure yang menentukan panjang tidaknya, rumit atau sederhananya cerita. Bagian akhir yakni bagian penutup cerita yang berisi pemecahan konflik atau pemecahan masalah.
Alur menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian kepada kita, tidak hanya dalam temporalnya tetapi juga dalam hubungannya secara kebetulan. Pengaluran adalah cara pengarang menyusun alur. Ada pola-pola tertentu yang berulang dan seringkali kita lihat sebagaia kesamaan. Struktur alur secara sederhana sering disusun atas tiga bagian, yaitu: awal, tengah, dan akhir (Jabrohim, Anwar & Sayuti, 2001: 110-111).
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa alur adalah unsure pembangun karya sastra yang menjadi landasan cerita dimulai hingga berakhirnya suatu cerita. Hal ini yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis. Alur merupakan unsure yang penting dalam membuat suatu cerita, menarik atau tidaknya itu tergantung dari penyusunan alur cerita penulis.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu karya prosa adalah kejernihan pikiran, dan ketepatan bahasa (Sumardjo, 2007: 104). Sebelum menulis hendaknya penulis sudah menyediakan sebuah konsep yang jelas. Apa sebenarnya yang hendak disampaikan kepada pembaca. Penemuan apa yang kira-kira penting buat diketahui pembaca.(Sumardjo, 2007: 106) Harefa (2002: 13), mengatakan bahwa mengarang adalah salah satu cara belajar. Pada saat menulis, berbagai ide dan gagasan yang simpang siur harus mulai disusun secara sistematis agar dapat dipahami oleh orang lain dengan baik. Dengan demikian, dalam membuat suatu karya prosa, seorang penulis dituntut agar mempunyai kejernihan pikiran agar nantinya apa yang diceritakannya itu menjadi rasional (masuk akal) karena pada dasarnya mengarang merupakan mengembangkan sikap rasional dalam diri si pengarang itu sendiri.
Hal lain yang mesti diperhatikan oleh penulis adalah penokohan. Menurut Abrams (Nurgiyantoro, 2007: 165) tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan.
Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel anda kelak.
(http://pelitaku.sabda.org/tips_dan_trik_menulis_prosa.htm)


PTK Bahasa Indonesia SD, SMP, SMA, SMK (contoh Judul)

1.Peningkatan Pembelajaran Menulis Karangan Deskriptif menggunakan Kosakata Bidang IPTEK dengan Model Pembelajaran Luar sekolah Kelas XI Teknik... . SMK... Tahun Pelajaran... .

2. Peningkatan Kemampuan Siswa Menemukan Isi bacaan melalui Teknik Skema pada Siswa Kelas VII SLTP....Tahun Pelajaran... . 

3. Peningkatan Pembelajaran Menulis Kreatif Cerpen dengan Peta Belajar Siswa Kelas IX SLTP ... Tahun Pelajaran... .

4. Peningkatan Kemampuan Membaca Kritis  dengan Strategi SQ3R dalam Pembelajaran Membaca di Kelas IX SLTP... .

5. peningkatan Pemahaman Unsur Intrinsik Cerpen dengan Pendekatan Analisis Siswa Kelas VIII SMP... . Tahun Pelajaran... .

6. Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca dengan menggunakan Metode Klos Siswa Kelas XI.... SMA... . Tahun Pelajaran... .

7. Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas XI SMA... .Melalui Latihan Penulisan Proposal Siswa Kelas XII SMK... . Tahun Pelajaran... .

8. Peningkatan Pembelajaran keterampilan Menyimak Dongeng dengan Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SD... Tahun Pelajaran... .

9. Upaya Peningkatan Aktivitas Menyimak pada Peserta Didik dengan Menggunakan Pembelajaran Remedial Tutor Sebaya

10. Upaya Peningkatan Keterampilan Mengarang melalui Media Gambar Pada Siswa Kelas V SD... . Tahun Pelajaran... .



dikutip dr berbagai sumber.

Surat Pengunduran Diri (kerja) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris


Surat Pengunduran Diri/Kerja I

Silahkan saja titik pada surat dibawah ini diisi sesuai kebutuhan
Jakarta,…………………
Kepada Yth.
HRD …………..
Jakarta
Dengan hormat,
Melalui surat ini saya ( Nama Terang) mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai karyawan (PT. ………….) terhitung tanggal ………………
Saya menghaturkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk belajar dan bekerja di PT………… sebagai suatu perusahaan besar di bidang ……….. selama kurang lebih 5 tahun.
Tak lupa saya mohon maaf kepada jajaran manajemen PT. ………….. apabila terdapat hal-hal yang tidak baik yang telah saya lakukan selama bekerja di PT. ………….
Saya berharap dan berdo’a agar PT. ……… dapat terus berkembang dan selalu mendapatkan yang terbaik.
Hormat saya,
(Nama Terang)

Surat Pengunduran Diri/Kerja II

Silahkan saja titik pada surat dibawah ini diisi sesuai kebutuhan
Kepada,
yth,
Dir. HRD PT…..
Di
Tempat
Dengan Hormat,
Melalui surat ini saya selaku karyawan PT……… berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama ( SKB) tentang kekaryawanan dan Undang – Undang tenaga kerja maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.
Nama : ………
Departemen :
Jabatan : ……..
No Karyawan :
Mengajukan pengunduran diri dari PT………………….. dengan alasan kesehatan dan keluarga…..(sebutkan alasan lan sesuai dengan kondisi anda)…. Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan indistrial dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap perusahaan dapat memahami kondisi saya dan memberikan hak -hak saya sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sesungguhnya. atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Yogyakarta, …,……, 2009
(……………………)

Contoh Lain Surat Pengunduran Diri

Kepada Yth,
Manajer PT. INDO IT
Jl. Raya Burangrang No. 5
Bandung
Dengan Hormat,
Bersama surat ini saya Doni Febriana mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai karyawan dari PT. INDO IT sebagai Kepala Web Desain PT. INDO IT terhitung sejak tanggal 29 Juli 2009
Saya ucapkan yang sebesar-besarnya terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan PT. INDO IT kepada saya untuk bekerja di PT. INDO IT sebagai Kepala Web Desain PT. INDO IT selama kurang lebih 1 tahun ini.
Tak lupa saya mohon maaf kepada jajaran manajemen PT. INDO IT apabila terdapat hal-hal yang tidak baik yang telah saya lakukan selama bekerja di PT. INDO IT
Saya berharap PT. INDO IT menjadi perusahaan yang terus maju dan sukses menjadi “Nomor 1 di Indonesia”.
Hormat saya
Doni Febriana

Contoh Surat Pengunduran Diri dalam Bahasa Inggris

Kalau bos ente bule tentu agak bingung, maka dari itu pakai aja contoh surat dibawah ini
Dear Mr. xxx,
It is with both regret and anticipation that I submit this letter of resignation. As required by my contract of empoyment, I hereby give you one month notice of my intention to leave my position as Front Desk Agent, effective 18 March 2011.
I have decide that it is time to move on and I have accepted a position elsewhere. This was not an easy decision and took lot of consideration. However I am confident that my new role will help me to move towards some of the goals I have for my career. It has been my genuine pleasure to work for [company name] during these last 21 months.
I have enjoyed working with [company name] fine staff of professionals and colleagues. The association I have made during working here will be truly memorable for years to come. I wish [company name] continued more success in the future.
Thank you for allowing me to serve [company name] and for all the opportunity, experience, knowledge and new skill I have during my employment. Once again I wish you and all staff in [company name] every good fortune.
Yours truly,
[your name]

dikutip dr:  http://blogbintang.com/surat-pengunduran-dirikerja

Skripsi Bahasa Indonesia (contoh judul)


  1. Analisis unsur komunisme dalam novel atheis karya achdiat. K. Mihardja
  2. Deskripsi Pemakaian Bahasa dalam Spanduk Iklan Partai Politik di Kabupaten Pamekasan
  3. Analisis Struktural Genetik Novel Pangeran Diponegoro
  4. Kajian Feminis Marxis dalam Novel Primadona Karya Ahmad Munif
  5. Nilai Kemanusiaan dalam Novel Suatu Hari di Stasiun Bekasi Karya Bambang Joko Susilo
  6. Kelas Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rasmini
  7. Pengaruh Perilaku Fanatisme Beragama terhadap Konflik Antar Agama dalam novel Genesis Karya Ratih Kumala
  8. Dimensi Fungsional Keberwacanaan Lisan Anak-anak TKIT Ibnu Abbas, Dukuh, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman
  9. Register Kepecintaalaman Bidang Panjat Tebing dalam Federasi Panjat Iebing Indonesia
  10. Analisis Penggunaan dan Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa di Bus Kota Yogya (Kajian Sosio Pragmatik)
  11. Variasi Bahasa dalam Rubrik Sungguh-sungguh Terjadi dalam Sepekan di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat
  12. Deskripsi Campur Kode dan Maksim Iklan di Televisi
  13. Ragam Bahasa SMS dalam Rubrik “Halo Jogja” di Harian Jogja
  14. Analisis Wacana Iklan HP di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat
  15. Jargon Bahasa waria di Kabupaten Cilacap (Kajian Sosiolinguistik)
  16. Kajian Semantik Slogan Iklan Rokok di Televisi
  17. Kajian Penyimpangan Aspek Pragmatik dalam Acara Tawa Sutra di ANTV
  18. Penggunaan Prinsip Kerja Sama dalam Bahasa Chating
  19. Penggunaan Istilah dalam Register Olah Raga Futsal
  20. Deiksis Sosial dalam Novel Laskar Pelangi
  21. Register Bahasa Orang Laut di Kabupaten Rembang
  22. Analisis Wacana Iklan Biro Jodoh pada Koran Kompas
  23. Interferensi Gramatikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa indonesia pada Proses Pembelajaran bahasa Indonesia
  24. Register Dakwah dalam Percikan Pening di Harian Jogja Edisi – Maret Januari 2009 Kajian Sosio Linguistik
  25. Analisis Wacana Pragmatik pada Poster Iklan Kartu seluler Di DIY
  26. Spiritualitas Islami dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El-khaliqy (Studi Analisis Smiotik Sastra).
  27. Tinjauan Psikologi Sastra Tokoh Utama dalam Naskah Drama Sampek Engtay Karya N. Riantiarno
  28. Pertentangan Nilai pada Diri Tokoh Glonggong Karya Junaedi Setyono
  29. Aspek Latar Budaya dalam Cerita Komik Jakarta Luar Dalem, Karya Benny and Mice
  30. Masalah Moral Kemanusiaan dalam Novel Panggil Aku Jo
  31. Unsur-Unsur Sulbarten dalam Novel Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Toer Kajian Pskolonial
  32. Pembagian Kerja secara Seksual dalam Novel Kembang Jepuin Karya Remy Sylado
  33. Stratifikasi Kelas Sosial dalam Novel Bukan Pasar Malam Karya Pramudya Ananta Toer
  34. Dampak Psikologi Pembacaan Sebuah Dongeng Semasa Kecil pada Remaja Usia 18-21 Tahun, Study Kasu Mahasiswa UNY
  35. Kritik Sosial dalam Novel Midah, Si Manis Bergigi Emas Karya Pramudya Ananta Tour
  36. Kritik Sosial dala novel Jala Karya Titis Basino
  37. Ajaran Moral dalam Novel Blakanis Karya Arswendo Atmowiloto
  38. Citra Sosial Budaya Jawa dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami
  39. Eksistensi Wanita dalam Novel Midah, Si Manis Bergigi Emas Karya Pramudya Ananta Tour
  40. Representasi Identitas dan Hibriditas dalam Novel Gadis Tangsi Karya Suparto Brata (Kajian Pos Kolonial)
  41. Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Sampah Bulan Desember
  42. Analisis Unsur Penokohan dan Latar Novel Edensor Karya Andrea Hirata
  43. Relasi Perempuan Laki-laki dalam Novel Asrama Putri Karya Dewi Linggasari
  44. Konflik Psikis pada Tokoh Utama Wanita dalam novel Alivia Karya Langit Kresna Hariadi
  45. Potret Wajah Sosial Masysrakat Indonesia dalam Kumpulan Puisi Aku Ingin Menjadi Peluru Karya Wiji Thukul


Pembacaan puisi (contoh)

dikutip dr youtube





























































































































Sambutan ketua panitia reuni


Assalamualaikum ww,
Yang Kami hormati,
Ketua Keluarga Alumni Sdr ... .
Dekan Fakultas ..... Universitas... ... .
Para pengurus Keluarga alumni
Bapak ibu dan rekan-rekan sekalian.
Hari ini adalah hari Minggu. Warga Jakarta yang jumlahnya 10 juta atau warga Jabodetabek yang jumlahnya 25 juta pada pagi hari ini pada umumnya sedang bersantai. Ada yang masih tidur, ada yang sedang bermalas-malasan, ada yang sedang ngerumpi, ada juga yang sedang nonton TV.
Namun di antara yang 25 juta yang sedang santai ini ada sekitar 150 orang yang menyempatkan diri bangun pagi dan bergegas menuju tempat ini untuk mengikuti acara reuni dan halal bihalal ini. Ini artinya anda adalah orang-orang pilihan. Mari tepuk tangan yang meriah buat kita semua.
Kenapa kita berada disini? Karena kita paham pentingnya bersilaturahmi. Yang tidak hadir sini pun tentu paham pentingnya silaturahmi, namun mungkin ada kesibukan lain sehingga tidak dapat hadir di sini.
Saya selaku panitia sangat bangga dan bersyukur bahwa ada 150an orang rela meringankan langkah meninggalkan rumah dan menuju tempat ini. Saya lihat di sini ada yang lulusan senior yang lulus tahun 1970an, ada juga yang baru lulus yaitu angkatan 2007. Di sini kita tidak membeda-bedakan angkatan. Yang ada adalah keluarga besar alumni kampus kita.
Yang angkatan 70an mohon berdiri. Sekarang angkatan 2007 berdiri juga. Kita lihat mereka tidak ada bedanya (peserta tertawa dan tepuk tangan).
Dengan reuni ini, marilah kita kuatkan tali silaturahmi.
Dst dst…………………………………………….
wassalamualaikum ww.
salam kami,
Ketua Panitia
............... .