Tugas 3 Mengerjakan Soal Kebahasaan


1) Pada Tugas 3 ini kamu diharapkan memahami unsur kebahasaan dan kesastraan dalam teks cerita pendek secara berkelompok.
Kisah Seekor Keledai
Orientasi Seorang pedagang menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Keledai merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan. Hal itu membuat keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan.
Pada hari berikutnya, pedagang kembali membawa muatan garam. Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air. Akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Komplikasi Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar. Keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun, saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya. Spons yang dimuatnya menyerap air sungai dan menambah berat beban.
Resolusi Tidak setiap cara dapat dilakukan pada situasi atau kondisi yang sama. Keledai menerapkan cara di setiap kondisi. Pada akhirnya, hal itu membuat keadaannya tidak seperti yang diinginkannya.
Diolah dari sumber teks http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Keledai-dan-Garam-Muatannya-45
2) Pahamilah makna kata di dalam teks dengan mengetahui definisi dari kata-kata yang terdapat di dalam teks!
a) Keledai adalah.......................................................................................................
b) Tergelincir adalah.................................................................................................
c) Muatan adalah......................................................................................................
d) Beban adalah.........................................................................................................
e) Keranjang adalah..................................................................................................
3) Isilah titik-titik dalam kalimat berikut dengan kata-kata yang terdapat di dalam kotak berikut ini!
tetapi dengan sehingga dan ketika selama ini
Seorang pedagang menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. ..., mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, ... keledainya tergelincir ... jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. ... pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai ... selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh ... larut ke dalam air sungai. Keledai merasakan muatannya telah berkurang ... beban yang dibawa menjadi lebih ringan. Hal itu membuat keledai merasa sangat gembira ... mereka melanjutkan perjalanan mereka.
4) Cermati teks cerita pendek “Kisah Seekor Keledai” bersama kelompok kamu yang beranggota 3—5 orang!
a) Diskusikan tema dari cerita teks di atas!
b) Siapakah tokoh yang ada dalam cerita tersebut?
c) Kapankah peristiwa dalam cerita itu terjadi?
d) Di manakah peristiwa itu berlangsung?
e) Apakah yang menyebabkan peristiwa itu terjadi?
f) Bagaimanakah peristiwa itu terjadi?




sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Tugas 2 Menyusun Teks Cerita Pendek


Pada Tugas 2 ini kamu diharapkan memahami dan menulis teks cerita pendek secara berkelompok. Untuk itu, kerjakan tugas kelompok berikut!
1) Kamu secara berkelompok membaca ulang teks “Bawang Merah Bawang Putih”. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar! Diskusikan dengan temanmu sebelum menjawab pertanyaan! Tulis jawaban yang kamu buat, lalu serahkan kepada guru untuk ditanggapi!
a) Siapakah tokoh yang menjadi sumber dalam cerita itu?
b) Apakah yang terjadi pada tokoh cerita itu?
c) Di manakah cerita itu berlangsung?
d) Kapankah cerita itu berlangsung?
e) Peristiwa apakah yang terjadi dalam cerita itu?
f) Apakah yang kau ketahui tentang tokoh dalam cerita itu?
g) Dapatkah kamu menyebutkan tokoh dalam cerita tersebut?
h) Apakah yang terjadi pada tokoh dalam cerita itu?
i) Mengapa cerita itu terjadi?
j) Bagaimanakah akhir cerita itu?
2) Susunlah kalimat-kalimat berikut ini menjadi sebuah teks cerita cerita pendek. Tulis urutan angka 1—16 pada kolom!
No.
Kalimat
“Apa!” teriak ketua semut dengan terkejut.
“Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, saatnya kamu menari!”
“Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”
Belalang sadar bahwa hidup tidak hanya mementingkan keinginannya saja tanpa menyiapkan bekal dirinya untuk hidup.
Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memedulikan sang belalang lagi.
Belalang itu merenungi hidupnya yang hanya mementingkan keinginannya menciptakan lagu.
“Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”
“Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini?
“Membuat lagu katamu ya?” kata sang semut.
“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang.
Saat itu, seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya, datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.
Semut-semut itu mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum, mengumpulkannya di suatu tempat selama musim panas.
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut sedang beristirahat setelah bekerja keras sepanjang musim panas.
Belalang pun pergi dari tempat semut yang sibuk bekerja mengumpulkan makanan.
Belalang kemudian mencoba mencari makanan untuk disimpan di musim dingin.
3) Setelah itu, tuliskan kembali dalam bentuk paragraf sebuah teks! Diskusikan dengan teman-temanmu dalam kelompok terdiri atas 3—5 orang setiap kelompok!
4) Setelah menyimak dan membaca cerita tersebut cobalah cari secara berkelompok teks lain yang kamu ketahui! Bandingkan teks lain dengan teks contoh yang dapat membuat kamu memahami teks cerita pendek! Buatlah sesuai dengan contoh paragraf yang menggambarkan ciri-ciri paragraf cerita pendek!



sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Kegiatan 2 Penyusunan Teks Cerita Pendek secara Berkelompok


Pada kegiatan ini kamu diminta berdiskusi dengan teman-temanmu tentang teks cerita pendek berikut ini. Teks cerita pendek lain selain teks model “Kupu-Kupu Ibu” yang digunakan untuk model pembelajaran ini adalah “Bawang Merah Bawang Putih”. Buatlah kelompok diskusi, setiap kelompok terdiri atas 3—5 orang!
Setelah mendapat bab ini, kamu diharapkan mengetahui bentuk teks cerita pendek dan menuliskan teks cerita pendek.
Tugas 1 Melengkapi Teks Cerita Pendek
Pada Tugas 1 ini kamu diharapkan mengetahui bentuk teks cerita pendek secara berkelompok
1) Perhatikan bagan berikut ini! Cermati teks “Bawang Merah Bawang Putih” berikut ini bersama kelompok kamu!
2) Simak seluruh teks “Bawang Merah Bawang Putih”! Cermati kosakata dan struktur teks tersebut!
3) Diskusikan bersama teman-teman kamu dalam satu kelompok dan masukkan paragraf teks “Bawang Merah dan Bawang Putih” ke dalam tabel berikut yang sesuai!
Bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya. (Orientasi)
...................................................
Bagian ini tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi; harus ada. Jika tidak ada masalah, masalah harus diciptakan. (Komplikasi)
...................................................
Bagian ini merupakan kelanjutan dari komplikasi, yaitu pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif. (Resolusi)
...................................................
Bawang Merah dan Bawang Putih
1 Pada zaman dahulu, di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga itu mempunya anak yang cantik bernama Bawang Putih. Kehidupan bahagia itu terganggu saat ibu Bawang Putih sakit keras dan pada akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih sangat berduka, demikianlah juga ayahnya. Sekarang Bawang Putih hanya tinggal berdua bersama ayahnya.
2 Di desa itu, hiduplah seorang janda yang mempunyai anak bernama Bawang Merah. Sejak ibu Bawang Putih meninggal, ibu Bawang Merah kerap berkunjung ke tempat tinggal Bawang Putih. Dia kerap membawakan makanan, menolong Bawang Putih membereskan tempat tinggal atau cuma menemani Bawang Putih serta ayahnya mengobrol. Akhirnya, sang janda itu menikah dengan ayah Bawang Putih. Kehidupan Bawang Putih tidak sepi lagi. Dia mendapat ibu baru sekaligus saudara perempuan, yaitu Bawang Merah. Pada awalanya, sang ibu tiri dan saudara tiri itu amat baik pada Bawang Putih, tetapi lama-kelamaan karakter asli mereka mulai terlihat. Mereka sering memarahi Bawang Putih serta memberinya pekerjaan berat bila ayah mereka pergi berdagang. Sudah pasti sang ayah tidak mengetahuinya karena Bawang Putih tidak pernah mengadukan tingkah ibu dan saudara tirinya itu.
3 Suatu hari, ayah Bawang Putih sakit keras dan kemudian meninggal. Tinggallah Bawang Putih bersama ibu dan saudara tirinya. Hari demi hari Bawang Putih disiksa oleh Bawang Merah dan ibunya. Namun, Bawang Putih menerima kehidupan itu dengan tabah. Suatu hari, Bawang Putih mencuci baju ibu dan saudaranya di sungai. Ada satu baju yang terhanyut, Bawang Putih pun mengejar baju itu. Sampailah dia di sebuah rumah yang dihuni seorang nenek yang berada di tepi sungai. Nenek itu menyimpan baju Bawang Putih yang hanyut. Dia mau menyerahkan baju itu jika Bawang Putih mau membantunya membersihkan rumah. Bawang Putih pun segera membantu nenek membersihkan rumah. Nenek itu terkesan dengan ketekunan Bawang Putih melakukan tugasnya membersihkan rumah. Setelah selesai, Bawang Putih berpamit pada sang nenek. Baju itu pun diserahkan nenek kepada Bawang Putih. Nenek itu juga memberi bungkusan hadiah untuk Bawang Putih karena telah bekerja membersihkan rumah nenek. Bungkusan itu tidak boleh dibuka jika belum sampai rumah. Dengan bergegas, Bawang Putih kembali ke rumah. Sesampai di rumah dia ceritakan pengalamannya dan dibukanya bungkusan yang diberikan nenek. Ternyata di dalam bungkusan itu terdapat emas yang berkilauan banyak sekali. Bawang Merah merasa iri akan keberuntungan Bawang Putih.
4 Keesokan harinya, karena rasa iri hati yang sangat, Bawang Merah melakukan hal yang sama dengan peristiwa yang dialami Bawang Putih. Dia menghanyutkan bajunya di sungai dan mengikutinya sampai ia berada di depan rumah nenek. Bawang Merah bertanya apakah nenek melihat baju hanyut di sungai. Nenek pun menjawab bahwa baju itu dia simpan. Baju itu akan diberikan kepada Bawang Merah asal Bawang Merah mau membantu membersihkan rumah. Bawang Merah menolak membersihkan rumah dan tetap meminta baju itu. Sang nenek memberikan baju dan sebuah bungkus-
Kelas VII SMP/MTs 154
an yang bentuknya sama dengan bungkusan yang diberikan kepada Bawang Putih. Dengan berlari riang Bawang Merah kembali ke rumah dan ingin segera membuka bungkusan dari nenek. Setelah sampai di rumah, Bawang Merah berteriak memanggil ibunya. Ibu dan anak itu segera membuka bungkusan. Namun, di dalam bungkusan itu bukan emas berkilau, tetapi ular yang mengejar ibu tiri dan Bawang Merah yang berlari pergi dari rumah Bawang Putih, pergi dari desa tempat Bawang Putih tinggal.
Diolah dari berbagai sumber berjudul Bawang Putih yang Sabar karya Ali Muakhir,
Penerbit Little Serambi, Jakarta, Tahun 2006


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Tugas 3 Mengenal Struktur Teks Cerita Pendek


Setelah berlatih mengenali bentuk teks cerita pendek berjudul “Kupu-Kupu Ibu”, kamu diharapkan mengenali struktur tek cerita pendek, kosakata, bentuk konjungsi, dan kalimat yang digunakan dalam teks.
Struktur teks cerita pendek tersebut dapat dilihat pada bagan berikut.
Orientasi^Komplikasi^Struktur Teks Cerita Pendek: Kupu-kupu Ibu^Resolusi
1) Jawablah pertanyaan berikut!
a) Setelah kamu membaca teks cerita pendek “Kupu-Kupu Ibu”, dapatkah kamu menyebutkan tokoh-tokohnya?
b) Di manakah tempat cerita itu berlangsung?
c) Bagaimana susunan peristiwa dalam cerita pendek itu?
d) Dapatkah kamu menuliskan ide pokok cerita pendek itu yang diyakini dan dijadikan sumber cerita?
e) Cobalah identifikasi bagian cerita berupa lukisan, waktu, tempat, atau kejadian yang merupakan awal cerita!
f) Dapatkah kamu menandai bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita?
g) Dapatkah kamu mengidentifikasi puncak ketegangan atau klimaks dalam cerita itu yang menggambarkan masalah dalam cerita sudah sangat gawat atau konflik telah memuncak?
h) Bagaimanakah masalah dalam cerita itu diatasi atau diselesaikan?
i) Dapatkah kamu mengenali tokoh dari dialog atau penjelasan tentang tokoh?
j) Coba kamu tuliskan pesan atau nasihat apa yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita tersebut!
k) Pernahkah kamu mendengar riwayat pengarang cerita pendek tersebut?
2) Isilah titik-titik dalam kalimat berikut ini dengan konjungsi!
Konjungsi
Menyatakan
dan
menyatakan penambahan
atau
menyatakan pemilihan
tetapi
menyatakan perlawanan
ketika
menyatakan waktu
seandainya
menyatakan pengandaian
supaya
menyatakan tujuan
walaupun
menyatakan konsesif
seperti
menyatakan pemiripan
oleh karena
menyatakan sebab
sehingga
menyatakan akibat
bahwa
menyatakan penjelasan
a) Suatu hari, ia memancing (...) mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Ikan itu besar (...) sangat indah.
b) Ia lalu melepas pancingnya (...) memegangi ikan itu.
c) Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa (...) telah melanggar suatu larangan.
d) Marahlah bapak itu (...) kemarahannya bertambah saat mengetahui bahwa si anak yang menghabiskan seluruh makanan.
e) Rasa lapar membuat kemarahan sang bapak tidak terkendali. Ia memarahi anaknya (....) suara keras, “Dasar anak keturunan ikan!”
f) Sang ayah menjadi sedih (...) sangat menyesal atas perbuatannya.
g) Ia tak pernah bisa bertemu kembali (...) istri (....) anak yang disayanginya itu.
h) Buatlah kalimat dengan konjungsi dan, atau, tetapi, sehingga! Contoh 1) dapat digunakan sebagai pedoman.
1. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan.
2. ........................................................................................................................
3. ........................................................................................................................
4. ........................................................................................................................
5. ........................................................................................................................
3) Memahami Kata dalam Teks
Di dalam teks “Kupu-Kupu Ibu” ada kata-kata yang harus dicari makna dan fungsinya (gunakan kamus bahasa).
a) Gontai adalah ..................................................................................................
b) Gunjingan adalah ..............................................................................................
c) Guratan adalah...................................................................................................

d) Kepak adalah.......................................................................................................
e) Mungil adalah.....................................................................................................
f) Persis adalah ......................................................................................................
g) Sembari adalah ..................................................................................................
h) Senja adalah........................................................................................................
i) Tonggeret adalah ...............................................................................................
j) Uzur adalah ........................................................................................................
4) Buatlah lima belas kalimat baru yang di dalamnya terdapat kata-kata tersebut!



sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Tugas 2 Mengenali Teks Cerita Pendek


Setelah mendengarkan guru membaca teks cerita pendek tersebut, kamu diharapkan mengenali bentuk teks tersebut, yaitu susunan teks, paragraf dalam teks, ide-ide pokok dalam setiap paragraf, kosa kata, dan konjungsi atau konjungsi yang digunakan di dalam teks tersebut.
1) Cermati teks cerita pendek “Kupu-Kupu Ibu” karya Komang Ira Puspitaningsih! Cobalah ringkas cerita pendek itu dan ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri!
2) Isilah tabel berikut mengikuti contoh yang sudah ada!
Perhatikan teks cerita pendek “Kupu-Kupu Ibu”! Ada enam penggalan yang ditandai dengan ***. Kalimat-kalimat yang tersusun, kata dan kelompok kata, serta pokok-pokok pikiran yang ada dapat kamu identifikasi. Tuliskan apa yang kamu amati dan konsultasikan dengan guru!
KALIMAT
HAL
*** (1)
1. Aku melihatnya.
2. Aku melihat perempuan yang pernah kau ceritakan.
3. Sepulang sekolah tadi, di dekat taman, aku melihat sepasang kupu-kupu berputar saling melingkar.
4. Tapi mereka tak seperti kupu-kupu dalam ceritamu, Ayah.
5. Mereka lebih cantik.
6. Yang satu berwarna hitam dengan bintik biru bercahaya seperti mutiara.
7. Yang lain bersayap putih jernih, sebening sepatu kaca Cinderella, dengan serat tipis kehijauan melintang di tepi sayapnya.
1. Siapakah yang diceritakan?
2. Apakah yang diceritakan?
3. Kapankah cerita itu berlangsung?
4. Dimanakah cerita itu berlangsung?
*** (2)
......................................
Bagaimana cerita berlangsung?
*** (3)
......................................
Bagaimana cerita berlangsung?
*** (4)
dst.
......................................
Mengapa dan bagaimana akhir cerita?
3) Baca teks dengan teliti, kemudian tuliskan ide pokok setiap paragraf!
Paragraf
Ide Pokok
(1) Aku melihatnya.(2) Aku melihat perempuan yang pernah kau ceritakan. (3) Sepulang sekolah tadi, di dekat taman, aku melihat sepasang kupu-kupu berputar saling melingkar. (4) Tapi mereka tak seperti kupu-kupu dalam ceritamu, Ayah. (5) Mereka lebih cantik. (6) Yang satu berwarna hitam dengan bintik biru bercahaya seperti mutiara. (6) Yang lain bersayap putih jernih, sebening sepatu kaca Cinderella, dengan serat tipis kehijauan melintang di tepi sayapnya.
(7) Aku takjub. (8) Aku mengejarnya. (9) Kupu-kupu itu masuk ke dalam taman, dan aku terus saja mengikutinya. (10) Dan ternyata kedua kupu-kupu itu menghampiri seorang perempuan yang duduk di bangku yang agak terpisah dari bangku-bangku taman lainnya. (11) Kupu-kupu itu asyik berputar-putar di atas kepala perempuan itu.
(12) Aku tersadar. (13) Itu perempuan yang Ayah ceritakan. (14) Sebelum aku sempat membalikkan badan untuk meninggalkan taman itu, ia berbicara padaku. (15) Aku tak menyangka. (16) Tidak, Ayah. (17) Ia tidak bisu seperti yang kau bilang. (18) Dan katamu ia seorang yang menyeramkan, hingga aku membayangkan perempuan itu sebagai nenek penyihir. (19) Ayah, perempuan itu sangat cantik. (20) Sama cantiknya dengan kedua kupu-kupu itu.
(21) Oya, dia baik juga. (22) Ia memintaku duduk di sisinya. (23) Menemaninya bermain dengan kupu-kupu itu. (24) Dia mengajariku membelai sayap kupu-kupu. (25) Kami bercerita tentang kesukaan kami masing-masing. (26) Dan ternyata, selain menyenangi kupu-kupu, kami juga sama-sama menyukai es krim rasa vanila dengan taburan kacang almond, senang buah apel, dan tidur di antara banyak bantal dan boneka.
......................................
*** (2)
......................................
*** (3)
......................................
*** (4)
......................................
*** (5)
......................................
*** (6)
......................................


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

A. Subtema 1 Cerita Pendek "Kupu-Kupu Ibu" Kegiatan 1 Pemodelan Teks Cerita Pendek, tugas 1


Cerita pendek dapat menyebabkan adanya rasa senang, gembira, serta dapat menghibur para penikmat atau pembacanya. Cerita pendek juga dapat memberi pengarahan dan pendidikan karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung di dalamnya. Selain hal itu, cerita pendek berisi keindahan dan nilai moral sehingga para penikmat atau pembacanya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Cerita pendek dapat berisi ajaran agama atau ajaran lainnya yang dapat dijadikan teladan bagi para penikmatnya atau pembacanya. Pada Kegiatan 1 kamu mempelajari teks cerita pendek berjudul “Kupu-Kupu Ibu” yang berisi informasi tentang kehidupan yang positif.

Teks cerita pendek yang digunakan untuk belajar berjudul “Kupu-Kupu Ibu” karya Komang Ira Puspitaningsih yang terangkum dalam buku 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 terbitan Gramedia Pustaka Utama.
Tugas 1 Membangun Konteks
1) Sebelum membaca teks cerita pendek “Kupu-Kupu Ibu”, coba kamu jawab pertanyaan berikut! Kamu juga diminta mencari informasi terkait cerita pendek Indonesia.
a) Pernahkah kamu membaca cerita pendek?
b) Dapatkah kamu mengatakan apa itu cerita pendek?
c) Apa sajakah yang kamu ketahui di dalam cerita pendek?
d) Bagaimanakah pengalamanmu ketika membaca cerita pendek?
e) Apakah kamu pernah mendengar cerita pendek ini dibacakan oleh orang tuamu? Cerita pendek seperti apakah yang dibacakan orang tuamu?
f.) Apakah yang kamu dapatkan setelah membaca cerita pendek?
2) Setelah menjawab pertanyaan guru tersebut, simaklah teks berikut yang dibacakan oleh guru!
Kupu-Kupu Ibu
Aku melihatnya. Aku melihat perempuan yang pernah kau ceritakan. Sepulang sekolah tadi, di dekat taman, aku melihat sepasang kupu-kupu berputar saling melingkar. Akan tetapi, mereka tak seperti kupu-kupu dalam ceritamu, Ayah. Mereka lebih cantik. Yang satu berwarna hitam dengan bintik biru bercahaya seperti mutiara. Yang lain bersayap putih jernih, sebening sepatu kaca Cinderella, dengan serat tipis kehijauan melintang di tepi sayapnya.
Aku takjub. Aku mengejarnya. Kupu-kupu itu masuk ke dalam taman, dan aku terus saja mengikutinya. Dan ternyata kedua kupu-kupu itu menghampiri seorang perempuan yang duduk di bangku yang agak terpisah dari bangku-bangku taman lainnya. Kupu-kupu itu asyik berputar-putar di atas kepala perempuan itu.
Aku tersadar. Itu perempuan yang Ayah ceritakan. Sebelum aku sempat membalikkan badan untuk meninggalkan taman itu, ia berbicara padaku. Aku tak menyangka. Tidak, Ayah. Ia tidak bisu seperti yang kau bilang. Dan katamu ia seorang yang menyeramkan, hingga aku membayangkan perempuan itu sebagai nenek penyihir. Ayah, perempuan itu sangat cantik. Sama cantiknya dengan kedua kupu-kupu itu.
Oya, dia baik juga. Ia memintaku duduk di sisinya. Menemaninya bermain dengan kupu-kupu itu. Dia mengajariku membelai sayap kupu-kupu. Kami bercerita tentang kesukaan kami masing-masing. Dan ternyata, selain menyenangi kupu-kupu, kami juga sama-sama menyukai es krim rasa vanila dengan taburan kacang almond, senang buah apel, dan tidur di antara banyak bantal dan boneka.
***
Kau ingat ceritaku, Ning? Tentang dua ekor kupu-kupu dan seorang perempuan yang jatuh cinta pada mereka? Ah, kurasa kau sudah lupa. Ketika pertama kali kuceritakan ini, kau masih kecil, belum juga TK. Bahkan aku masih ingat, kau memakai terusan jingga dengan hiasan pita merah melingkar di pinggang, bergambar kelinci putih yang mengedipkan matanya di bagian depan. Baju kesukaanmu saat itu. Kau berbaring di tempat tidur. Menatapku. Menunggu dongeng pengantar tidur. Ada segaris senyum tipis di wajah kanakmu yang hening. Sehening namamu, Ning.
Aku rindu menceritakannya lagi padamu. Sembari mengenang masa kecilmu yang penuh cekikik geli atau rengekan manja yang sering membuatku gemas. Anggap saja masa kecilmu tak sanggup mengingat dongeng itu. Dan sekarang, aku akan mengingatkannya kembali untukmu, Ning.
Setiap senja, Ning, di taman dekat sekolah, selalu ada seorang perempuan yang duduk di sudut taman. Ketika langit mulai berwarna jingga, ia hadir di taman itu dan selalu menunggu kedatangan dua ekor kupu-kupu cantik. Ya, keduanya cantik. Yang seekor bersayap hijau dengan serat-serat kecokelatan pada garis guratannya. Kira-kira seperti daging buah avokad yang matang. Dan yang seekor lagi bersayap biru, dengan sedikit bintik-bintik putih. Ya, mirip dengan motif tas tangan ibu di potret keluarga yang ada di ruang tamu. Tak ada yang tahu tentang apa yang dilakukannya bersama kedua kupu-kupu itu setiap senja. Lalu setelah langit kehilangan garis jingga terakhir, kedua kupu-kupu itu pun meninggalkan taman, sebelum malam membuat mata mereka jadi buta. Perempuan itu pun pergi. Berjalan gontai, dengan tundukan kepala yang dalam. Seolah ia ingin sekali melupakan seluruh hari yang pernah dijalaninya.
Orang-orang di sekitar sini tak ada yang mengenalnya. Tak ada yang tahu namanya. Tak ada yang mengerti ia berasal dari keluarga yang mana. Bahkan tak ada yang pernah berbicara dengannya. Walau hanya sekadar perbincangan basa-basi tanpa perkenalan. Orang-orang tak tahu di mana rumahnya. Kemudian setiap senja berakhir, ketika orang-orang mulai sibuk dengan menu makan malam dengan keluarganya masing-masing, perempuan itu seakan-akan menghilang. Tak ada jejak yang bisa menunjukkan keberadaannya.
Bagimu mungkin tak ada yang mengherankan. Seperti juga dirimu yang mencintai kupu-kupu. Semua berjalan seperti biasa tanpa ada kejadian yang berarti. Sampai kemudian tersiar kabar bila perempuan itu bisu. Karena sempat di suatu pengujung senja, saat perempuan itu meninggalkan taman, seseorang tak sengaja melihatnya lalu menyapanya. Tapi perempuan itu cuma mengangguk tersenyum, tanpa bicara apa-apa.
Lambat laun orang-orang mulai curiga dengan keberadaannya di taman. Orang-orang juga heran dengan keberadaan kedua kupu-kupu itu. Banyak yang menduga bila perempuan itu bisa berbicara dengan kupu-kupu. Hanya dengan kupu-kupu, Ning. Orang-orang pun mulai menyiarkan kabar bila perempuan itu memiliki ilmu hitam. Sejak itu pula orang-orang mulai menjauhinya. Tak ada yang mau datang ke taman dekat sekolah setiap senja. Orang-orang takut akan bertemu dengan perempuan itu bila datang ke sana. Itulah sebabnya, taman dekat sekolah selalu sunyi sebelum senja datang, sebelum langit mengguratkan cahaya jingga di tubuhnya.
Ning, ini bukanlah dongeng seperti yang biasanya kuceritakan sebelum kau tidur. Bukan cerita serupa Putri Rapunzel, Cinderella, Putri dan Biji Kapri, Tiga Babi Kecil, atau cerita Serigala yang Jahat. Tapi ini benar-benar ada. Perempuan itu betul-betul datang setiap senja ke taman dekat sekolah. Ayah sengaja menceritakan ini agar kau tak datang ke taman ketika kau pulang sekolah saat senja.
***
Ning, mengapa kau kemari lagi? Segeralah pulang. Ayahmu akan curiga bila kau selalu pulang terlambat dari sekolah. Kau pun pasti telah mendengar dari orang-orang tentangku. Aku memang kesepian. Gunjingan orang-orang membuatku disingkirkan. Tapi, janganlah kau terlampau sering datang menemuiku. Apalagi bila hanya ingin bermain dengan kupu-kupu yang sering menemaniku. Atau sekadar ingin membawakan aku es krim atau buah apel. Kau bisa bermain dengan kupu-kupu lain yang mungkin lebih cantik dari kedua kupu-kupu di taman ini. Kau juga bisa makan es krim dengan ayahmu. Sedangkan aku sudah terbiasa hidup dalam kesendirian. Setidaknya aku masih bisa menemukan sedikit keributan di taman ini setiap senja. Mendengar kepak sayap burung-burung yang pulang ke sarang, riuh pepohonan menyambut malam yang membawakan selimut tidurnya, bising binatang malam yang bersiap keluar sarang bila malam tiba. Tonggeret, kodok, jangkrik. Jujur saja, aku lebih suka sendiri. Aku tak mau merepotkanmu. Karena suatu saat kau mungkin akan menemui kesulitan hanya karena keberadaanku.
Aku yakin, Ning, suatu saat kau akan menemukan kupu-kupu yang kau sukai. Yang akan selalu menemanimu. Meski ia harus mengalami kelahiran berulang kali sebagai kupu-kupu, untuk menemanimu. Ning, aku tak ingin orang-orang akan ikut bergunjing tentangmu, hanya karena kau menemuiku di sini. Aku tak mau orang-orang menjauhimu, bila mereka tahu kau pernah datang mengunjungiku. Bahkan teman-teman sekolahmu mungkin tak mau lagi berbicara denganmu. Pulanglah, Ning. Aku juga harus bergegas pulang. Matahari telah tampak uzur hari ini. Sudah tiba waktunya bagi kedua kupu-kupu ini untuk tidur.
***
Ayah, senja tadi aku tak melihat kedua kupu-kupu itu di taman. Mungkin mereka sedang tidur. Mungkin mereka tanpa sadar sudah menanggalkan sayapnya, menanggalkan ruhnya, menjadi telur-telur cantik yang akan menetas jadi ulat-ulat cantik warna-warni dan gemuk, dan sebentar lagi bersemayam dalam kepompong putih yang rapuh lalu menjadi kupu-kupu baru yang lebih cantik.
Ayah, aku juga tak melihat perempuan itu. Tak ada seorang pun di taman senja tadi. Aku sudah berkeliling mencarinya. Padahal, aku sudah membeli sebatang cokelat putih untuk kami nikmati bersama-sama. Ayah, apa perempuan itu marah padaku? Apa perempuan itu kesal karena aku sering mengunjunginya? Apa kunjunganku membuat perempuan itu terganggu? Kalau ia memang marah, aku tak mengerti sebabnya. Dia tak pernah marah padaku. Selalu tersenyum bila aku datang, mencium keningku setiap kami berpisah di pertigaan dekat taman ketika kami pulang bersama sehabis senja. Perempuan itu tak pernah mengatakan bila ia terganggu dengan keberadaanku.
Memang perempuan itu pernah melarangku untuk datang menemuinya. Perempuan itu mengatakan bila ia lebih suka sendiri. Tapi aku tak percaya padanya. Aku yakin bila ia tak mau menemuiku karena sebab lain. Karena biasanya wajah perempuan itu selalu tampak riang menyambut kedatanganku. Bila aku berlari menghampirinya, tangannya akan terentang lebar ingin memelukku. Aku tahu ia selalu menunggu kedatanganku.
Ayah, aku rindu pada kedua kupu-kupu itu. Aku juga ingin bertemu dengan perempuan itu. Kuharap kau tidak marah bila aku sering menemuinya. Aku sangat senang bermain dengan mereka. Jauh lebih menyenangkan dibandingkan bermain lompat tali dengan teman-teman. Ayah, apa kau betul-betul tak mengenal perempuan itu? Apa kau benar-benar tak tahu di mana ia tinggal? Kumohon, antarkan aku ke sana.
***
Ning, lihatlah halaman rumah kita, penuh dengan kupu-kupu mungil warna-warni yang cantik. Sayap mereka berkilauan. Tapi ada tiga kupu-kupu yang lebih besar. Lihatlah, yang dua ekor itu seperti yang kau temui di taman bukan? Dan yang paling besar adalah kupu-kupu yang tercantik dari seluruh kupu-kupu itu. Aku pun baru kali ini melihat kupu-kupu seindah itu, Ning. Warna ungu dan hijau di sayapnya berpadu sangat serasi. Caranya mengepakkan sayap dengan pelan dan lembut. Sangat anggun, seperti ibumu.
Lihat, matamu sampai berkaca-kaca melihatnya. Kau senang bukan, sekarang kau memiliki banyak sekali kupu-kupu yang indah. Kau rindu pada kupu-kupu, kan? Bermainlah bersama mereka, Ning. Aku yakin mereka pun akan senang bermain denganmu.
***
Tidak. Aku tak ingin bermain bersama mereka. Lihatlah kupu-kupu yang paling besar itu. Kupu-kupu itu memang yang paling cantik. Tapi, warnanya persis sama dengan warna gaun perempuan itu ketika terakhir kali aku menemuinya. Perempuan itu, Ayah. Aku tak mau ia berubah menjadi kupu-kupu hanya untuk menemaniku. Biar saja kupu-kupu lainnya meninggalkanku, asalkan perempuan itu tetap ada untukku. Aku tak ingin bermain dengan kupu-kupu. Aku ingin perempuan itu, Ayah. Hanya perempuan itu. Aku hanya ingin ibuku.
Yogyakarta, 2006
Sumber buku 20 Cerpen Terbaik 2008. Tahun 2008. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Karya Komang Ira Puspitaningsih. Dia lahir di Denpasar, 31 Mei 1986. Beberapa karyanya terkumpul dalam sejumlah antologi bersama, antara lain: Ning (Sanggar Purbakaraka, 2002), Para Penari (Lingkaran Komunikasi Malang, 2002), Lampung Kenangan (Dewan Kesenian Lampung, 2002).
1) Apa yang dapat kamu cermati dari teks yang dibacakan oleh guru itu?
2) Coba kamu baca dengan suara keras teks itu!



sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Bab VI Cerita Pendek Indonesia

Cerita pendek adalah jenis karya sastra yang berupa kisah atau cerita tentang manusia dan seluk beluknya lewat tulisan pendek. Cerita pendek pertama kali dikenalkan oleh pengarang Amerika. Cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan. Pada waktu itu kisah Iliad dan Odyssey karya Homer disampaikan secara lisan dalam bentuk puisi yang berirama. Irama itu berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Dalam cerita pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Pada Bab VI ini kamu diajak memahami teks cerita pendek yang berjudul “Kupu-Kupu Ibu” .
Setelah memahami Bab VI dan mengerjakan tugas-tugas yang ada di dalamnya, kamu diharapkan memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Indonesia yang penuh makna, serta memahami, membedakan, mengklasifikasi, dan mengidentifikasi teks cerita pendek secara lisan atau tulis.


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Tugas 2 Mewawancarai Seseorang


Setelah memahami teks eksplanasi “Gempa Bumi” dan menyusun teks eksplanasi lain, tentu kamu ingin menerapkan Pembelajaran V ini dalam kehidupan nyata. Untuk itu, lakukanlah tugas berikut!
1) Buatlah daftar pertanyaan tentang peristiwa alam!
2) Gunakan pertanyaan tersebut untuk mewawancarai tokoh masyarakat atau teman di sekitarmu mengenai peristiwa alam yang kamu ketahui! Kemudian, tulislah hasil wawancara itu dalam kaidah bahasa Indonesia yang benar!
3) Diskusikan dengan temanmu permasalahan tentang peristiwa alam yang kamu tulis! Kemudian, coba kamu buat juga simpulan hasil diskusi tersebut!
Setelah Bab V selesai dibahas, kamu diharapkan memiliki kompetensi tentang teks eksplanasi, baik tentang stuktur yang menjadi bangunan teks maupun unsur kebahasaan yang terdapat di dalamnya. Pada akhir pembelajaran ini kamu mampu menulis teks eksplanasi kira-kira 12—15 kalimat. Selain itu, dalam menyikapi peristiwa alam, kamu tentu memiliki sikap dan perilaku seperti peduli, membantu, cinta tanah air, gotong royong yang akan kamu terapkan dalam kehidupanmu sehari-hari.


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Kegiatan 3 Penyusunan Teks Eksplanasi secara Mandiri, Tugas 1


Pada Kegiatan 3 ini kamu diminta membuat teks eksplanasi secara mandiri seperti teks “Gempa Bumi”. Kamu boleh mencari jenis teks lain di media massa, kemudian mengubahnya menjadi teks eksplanasi.
Tugas 1 Menyusun Teks Eksplanasi
Kegiatan menyusun teks secara mandiri dilakukan dalam dua tahap, yaitu tulis dan lisan. Teks yang akan kamu tulis harus sesuai dengan struktur teks eksplanasi. Setelah teks eksplanasi yang kamu susun itu sempurna, kamu diminta menyampaikannya secara lisan dengan pengucapan dan intonasi yang benar.
1) Untuk tugas tulis, lakukanlah tugas berikut sesuai urutan!
a) Tentukanlah topik yang akan kamu tulis!
b) Tulislah ide-ide pokok sesuai struktur teks eksplanasi!
c) Buatlah kerangka teks eksplanasi!
d) Kembangkanlah kerangka teks eksplanasi berdasarkan ide pokok pada butir b)!
e) Gunakanlah kaidah bahasa Indonesia yang benar (kohesi, konjungsi, dan kalimat simpleks)!
f) Lakukanlah pengecekan ulang terhadap teks yang sudah disusun, termasuk mencermati unsur kebahasaan, seperti kosakata, tata bahasa, dan tanda baca!
2) Untuk tugas lisan, coba kamu kerjakan tugas berikut!
a) Lakukanlah latihan melafalkan kata, istilah, dan lagu kalimat yang kamu anggap sulit!
b) Presentasikan hasil kerjamu di dalam kelompok (boleh membawa catatan kecil yang berisi kata-kata kunci dan urut-urutan kejadian, bisa dengan penomoran)!
c) Mintalah gurumu memeriksa hasil kerjamu itu! Kemudian, perbaikilah sesuai dengan sarannya sebelum kamu terbitkan di majalah sekolahmu!
d) Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas (boleh membawa catatan kecil yang berisi kata-kata kunci dan urut-urutan kejadian, bisa dengan penomoran)!


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP

Tugas 3 Menyusun Teks Eksplanasi yang Urut dan Logis


Pada Tugas 3 ini kamu mempelajari teks eksplanasi lain yang sejenis dengan teks “Gempa Bumi”. Pada butir 1) kamu diminta menyusun teks yang diacak letak kalimatnya, kemudian pada butir 2) kamu diminta menjawab pertanyaan tentang bacaan tersebut. Jika jawaban butir 1) dan 2) dihubungkan, susunannya menjadi teks eksplanasi yang urut dan logis. Pada butir 3) kamu diminta untuk mencari ide pokok atau gagasan sesuai dengan struktur teks. Pada butir 4) kamu diminta menemukan unsur kebahasaan. Sementara itu, pada butir 5) kamu diminta menyusun teks eksplanasi yang urut dan logis dengan menggunakan kata-katamu.
1) Susunlah potongan-potongan teks berikut ini sesuai dengan urutan sehingga menjadi teks eksplanasi tentang pelangi yang urut dan logis! Untuk itu, berilah nomor urutan pada kolom yang sudah disediakan pada tabel berikut! Kerjakan dalam kelompok yang terdiri atas 2—3 orang anggota!
No.
Teks
Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat, dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.
Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi juga dianggap sebagai gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya.
Setelah itu, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya. Akibatnya, cahaya tampak melengkung menjadi kurva warna yang disebut pelangi.
Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Pelangi dan efek cahaya lain di langit disebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel. Saat matahari terbenam, langit menjadi merah karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal daripada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari.
Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat.
Pada mulanya cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan, kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan sehingga memisahkan cahaya putih menjadi sebuah warna spektrum.
Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar.
Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal itu terjadi karena pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya.
Diolah dari sumber Ilmu Pengatahuan Populer untuk Anak (2007), karya Hotimah dan M. Hariwijaya
2) Setelah tugas butir 1) kamu kerjakan, silakan jawab pertanyaan berikut!
a) Apakah pelangi itu?
b) Termasuk peristiwa atau bencana apakah pelangi itu?
c) Apakah sebab terjadinya pelangi?
d) Bagaimanakah pelangi terjadi?.
e) Dapatkah pelangi dilihat dengan mata biasa?
Kemudian, hubungkan jawaban tersebut dengan jawaban tugas butir 1) sehingga susunannya menjadi teks eksplanasi yang urut dan logis!
3) Diskusikan dengan temanmu ide pokok atau gagasan yang ada di dalam teks yang sudah kamu kerjakan itu. Apakah strukturnya sama dengan struktur teks eksplanasi yang sudah kamu pelajari sebelumnya? Kemudian, isilah bagan berikut sesuai hasil diskusi dengan temanmu!
No.
Struktur
Isi/Gagasan
1.
Pernyataan umum
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
2.
Deretan penjelasan
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
3.
Penutup/interpretasi
(jika ada)
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
4) Cermati hasil jawabanmu pada butir 3)! Sebutkan unsur kebahasaan, seperti konjungsi yang ada di dalamnya! Kemudian, diskusikan jawaban tersebut dengan temanmu! Setelah itu, kamu tulis lima contoh kalimat yang di dalamnya terdapat unsur kebahasaan seperti konjungsi yang ada di dalam teks tersebut!
5) Sekarang bacalah kembali teks tentang pelangi yang sudah kamu susun itu! Kemudian, susun kembali teks tersebut ke dalam bentuk teks eksplanasi yang singkat dan sederhana dengan menggunakan kata-kata dan kalimat kamu sendiri! Bandingkan hasil kerjamu dengan hasil kerja kelompok lain!


sumber: BSE buku pegangan siswa kelas VII SMP